Sabtu, 09 September 2017

Pak Pos

Di tengah perjalana pulang dari kampus menuju rumah siang tadi, aku tiba-tiba melihat Pak Pos di depan rumah tetanggaku dan terpikirkan untuk menulis sesuatu tentangnya. Aku merasa punya kedekatan khusus dengan bapak-bapak yang berprofesi sebagai Pak Pos hahaha cie...

Sejak kecil asosiasiku dengan Pak Pos adalah sesuatu yang positif dan menyenangkan. Ketika aku masih kelas tiga SD, aku terinspirasi oleh Ibu yang memiliki sebuah box penuh berisi surat-surat dari sahabat penanya. Semua sahabat pena Ibu berasal dari Eropa dan Australia. Sejak saat itu aku bertekad juga ingin memiliki box keren macam itu hahaha Lalu aku memutuskan untuk menulis surat ke majalah Bobo supaya alamat rumahku bisa tersebar ke seluruh Indonesia. Benar saja, setelah suratku ditampilkan di halaman Bobo, ratusan surat datang. Ratusan betulan lho... Bisa jadi hampir 300 surat. Semuanya berasal dari seluruh penjuru Indonesia seingatku. Bahkan ada yang dari Papua. Semua mengajakku menjadi sahabat pena mereka. Rasanya saat itu.... Ya Allah bangga sekali hahahaha.....


Tiga ratus surat datang tidak sekaligus. Bisa jadi dalam jeda waktu dua minggu. Dampaknya, Pak Pos datang ke rumahku setiap hari. "Ada surat untuk Hastin" adalah kalimat kesukaanku saat duduk di bangku SD hahahaha Pak Pos lama kelamaan tidak perlu repot-repot bertanya yang mana Hastin karena aku akan reflek keluar rumah ketika ada suara motor datang di siang hari, selayaknya teori pembentukan tingkah laku Bandura hahaha. Pak Pos yang mengantar suratku adalah orang yang sama. Setiap hari ia hanya senyum-senyum sendiri melihatku antusias menyambutnya hahahaha

Ohya dari 300 surat itu tentu tidak bisa aku balas semua. Lantas aku pilih beberapa teman yang suratnya paling unik, menarik, dan dari tempat-tempat yang ingin aku tanyakan (belum jaman google lho jadi kegiatan mengenal Aceh, Kalimantan, hingga Papua lewat surat terasa sangat menyenangkan). Hingga saat ini usiaku 24 tahun, ada beberapa sahabat penaku yang masih bertahan berteman denganku hihi 

Tidak hanya itu, kini Pos Indonesia juga sangat membantu aktivitas yang aku dan teman-temanku kerjakan di komunitas. Setiap tanggal 17 kami memanfaatkan program Pustaka Bergerak milik Pos Indonesia untuk mengirimkan buku-buku kami ke Kaltara. 

Sejak bertahun-tahun merasa memiliki kedekatan dengan Pak Pos dan Pos Indonesia, rasa-rasanya tidak berlebihan jika aku ucapkan rasa terimakasihku melalui tulisan ini hihihi :D

Terimakasih Pak Pos membantuku mengenal Indonesia di masa kecilku, membantuku mengirimkan buku-buku ke Kaltara saat ini :)


HMM

Jumat, 08 September 2017

Kuliah Lagi

Dua minggu sudah resmi aku menjalani beberapa peran sekaligus : pengajar, mahasiswa, penggiat komunitas. Ohya aku juga masih punya peran jadi anak di keluarga. Rutinitas berubah sedikit lebih padat dari biasanya. Bagun tidur, bekerja, langsung ke kampus, pulang, makan, kerjakan tugas hingga dinihari jika kuat. Sesungguhnya aku menikmati kesempatan-kesempatan seperti ini. Habis antar anak-anak pulang ke pagar sekolah, bergegas aku langsung mengambil tas memesan ojek online menuju kampus. HP off hingga malam hingga amanah-amanah di Untuk Kaltara juga perlu mendapat perhatian. Capek? Banget. Tapi aku bersyukur dan senang, tidak dengan badanku. Heran juga kenapa bisa drop gini disaat-saat genting hihihi Jadilah beberapa hari flu, sulit bernafas, demam, dan membuat tidur gak nyaman. Rasanya menyesal deh jika sakit, yang justru membuat kegiatan terganggu.

Ohya, sebenarnya aku sudah sangat menungu-nunggu untuk kuliah lagi setelah pengumuman SIMAK tahun lalu. Tapi rasanya selama dua minggu kuliah ini aku justru tersadar akan beberapa hal. Namun yang terpenting bagiku yaitu : aku kurang baca. Banyak hal sungguh yang aku belum tahu. Mau persiapan banyak membaca selama setahun ini ternyata hanya wacana hahaha Rasanya aku terlalu mengeksklusifkan diriku, hanya ingin tahu berita dengan tema pendidikan, Kalimantan, dan desa. Itupun belum mendalam. Aku harus lebih banyak membaca isu-isu sosial terkini yang selama ini aku belum tahu. Supaya gak malu-maluin banget pas diskusi di kelas hihihi


Aku juga pernah tulis ini sebelumnya di buku catatanku..bahwa aku harus siap, kapanpun itu... jika semua peran yang sedang kujalani menghadapi tantangan (aku enggan menyebutnya masalah hehe) secara bersamaan. Aku harus siap. Termasuk saat ini :")

Selanjutnya sepertinya di blog akan banyak curcol-curcolan soal dunia perkuliahan hihi See ya!

HMM